Ticker

6/recent/ticker-posts

Masyarakat Diminta Waspada Aktivitas Vulkanik Gunung Bromo

Aktivitas Gunung Bromo Jawa Timur Saat Terjadi Erupsi.


POLITIKNEWS, - AKTIVITAS Merapi masih tinggi dan ditetapkan pada level siaga. Masyarakat pun diminta waspada terhadap lahar hujan dari sungai-sungai yang berhulu di lereng Merapi.


"Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," terang Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, Senin (18/1).


Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat SIAGA.


Selain itu, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. Lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.


Ia juga merekomendasikan, penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III agar dihentikan. Pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Gunung Merapi, termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merapi.


Berdasarkan pengamatan aktivitas Gunung Merapi (18/1) dari pukul 00.00-06.00 WIB, Awanpanas meluncur sebanyak sekali dengan jarak luncur 1000 meter dan tinggi kolom 50 meter ke Tenggara arah Barat Daya. Selain itu, guguran lava pijar 6 kali jarak luncur maksimum 600 meter ke Barat Daya.


Data kegempaan awan panas guguran sebanyak sekali, Amplitudo 22 mm, dan durasi 112 detik. Guguran berjumlah 32, amplitudo 3-21 mm, dan durasi 12-64 detik.


Embusan berjumlah 3 kali, amplitudo 2 mm, dan durasi 9-11 detik. Hybrid/Fase Banyak berjumlah 2, amplitudo 5 mm, S-P 0.3-0.5 detik, dan durasi 9-16 detik. Gempa vulkanik dangkal tercatat 2 kali, amplitudo 34-75 mm, dan durasi 10-38 detik.


Pada pengamatan Senin (18/1) dari pukul 06.00-12.00 WIB, guguran sebanyak 15 kali dengan amplitudo 3-7 mm, dan durasi 15-37 detik. Embusan berjumlah sekali, amplitudo 3 mm, dan durasi 12 detik. Hybrid/fase banyak berjumlah sekali, amplitudo 3 mm, S-P : 0.3 detik, dan durasi 7 detik. (OL-2)