Ticker

6/recent/ticker-posts

Usai Sampaikan Visi dan Misi, Jenderal Sigit Diserang Berbagai Pertanyaan

Fit and proper Test calon Kapolri oleh Komisi III DPR RI


POLITIKNEWS, Jakarta - Jenderal Listya Sigit Prabowo sedang menjalankan Fit and Proper Test, sejak pulul 09.00 Wib. Rabu, (20/01/2021). Dihadapan anggota DPR RI.

Setelah memaparkan Visi dan Misi nya, Sang Jenderal di berikan catatan dan pertanyaan oleh Anggota DPR RI.

Namun prosesi tersebut dibatasi oleh waktu, menggingat adanya protokol Covid 19.

Fraksi pertama yang diberikan waktu adalah Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang diwakili Asrul Sani. Berikut catatan - catatan yang disampaikan oleh Asrul Sani.

Ucapan selamat atas kepercayaan dari pak presiden kepada Pak Sigit untuk menjadi Kapolri yang akan datang Tadi saya sudah mendengarkan konfrehensif bukan saja transformatif menurut saya tapi apa yang Pak Sigit sampaikan itu seolah-olah ingin merevolusi polri keseluruhan. Ujar Asrul Sani

Tentu lima menit tidak cukup untuk menyampaikan Padahal saya hanya ingin memberikan catatan-catatan saja Pak Sigit yang pertama dari apa yang Bapak sampaikan terkait dengan predictive plising. Tutur Asrul Sani, saat Fit and Proper Test, Rabu, (20/01/2021).

Polisi Prediktif yang kami pahami, akan menjadi strategi untuk, bukan saja dalam rangka pemeliharaan Kamtibmas tetapi juga dalam rangka mencegah kejahatan melalui analisa data terhadap kejahatan yang pernah terjadi dan juga profileing masyarakat.

Kami melihat bahwa keberhasilan polisi prediktif ini prediktif ini akan sangat tergantung pada adanya big data analisis. Tadi Pak Sigit juga sudah menyinggung tentang pembangunan pusat data informasi nah tetapi ini juga akan memerlukan juga selain dukungan anggaran juga kerjasama dengan yang lain ini catatan yang pertama.

Prediktif leasing, ini selain akan banyak manfaatnya untuk apa mencegah kejahatan ke depan saya melihat juga punya potensi untuk terjadinya pelanggaran HAM karena kan banyak masuk juga ke dalam pendataan warga masyarakat.

Yang berikutnya lagi prediktif leasing juga membutuhkan juga perubahan kultur polisi dari apa polisi yang terbiasa menjadi penindak dan akan menjadi polisi yang terbiasa menjadi pelayan masyarakat. Nah ini yang sekira saya sampaikan dan merupakan catatan - catatan kami Pak Sigit.

Sebagai aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada fraksi PPP adalah terkait dengan penegakan hukum. Tadi Pak Sigit juga sudah menyampaikan bahwa berkomitmen dan ini tentu kami apresiasi bahwa wajah penegakan hukum kita ke depan bukan penegakan hukum yang tajam kebawah dan tumpul ke atas serta limitatif yaitu ketika sebetulnya secara hukum pidana bisa menjangkau banyak pihak tetapi dibatasi sampai pihak-pihak tertentu saja.

"Nah ini yang menjadi harapan kami, untuk pendalaman pendalaman, Pak Lebih konkretnya. Bagaimana dalam konteks perubahan kultur di kepolisian ini ya Pak Sigit akan merubah wajah penegakan hukum kita dari yang berat pada sisi kepastian hukum yang kemudian akan diseimbangkan juga dengan sisi keadilan hukum dan kemanfaatan hukum sekira itu pertanyaannya Pak Sigit karena semuanya sudah apa diterangkan dari apa yang tadinya mau saya pertanyakan. Terima kasih pak ketua. Tutup Asrul Sani.