Ticker

6/recent/ticker-posts

Galang Dukungan Safari Ramadhan, Mahasiswa Utian Lima Gelar Silaturahmi Bersama KKB Utian Lima

Rapat Bersama Mahasiswa dan KKB Utian Lima, Kamis (25/03/2021).


POLITIKNEWS, BULA - Kerukunan Keluarga Besar Utian Lima (KKB-Utian Lima) dan Himpunan Mahasiswa, Pelajar Se-Utian Kecamatan Werinama Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Maluku,  Gelar Silaturrahmi jelang Safari Romadhan 1442 H. Bertempat di Caffee Revolusi Bula, Kamis, (25/03/2021).

Dalam kerukunan ini terdiri dari lima desa yang berada diujung timur kecamatan Werinama, yakni Desa Tum, Gusalaut, Osong, Tobo dan Desa Batuasa.

Salah satu agenda dalam pertemuan tersebut adalah menyikapi situasi pasca Pilkada beberapa waktu lalu selain itu lambanya pertumbuhan ekonomi serta krisis konsep pembangunan desa menjadi topik serius, bahkan persoalan layanan kesehatan dan pendidikan takluput dari kajian mahasiswa bersama kerukunan Utian Lima.

Menurut Kifli Liliyai salah satu mahasiswa Asal Desa Tum, dirinya mencontohkan soal kesalahan penggunaan dana desa dan kurangnya perhatian pemerintah dalam hal mempercepat pembangunan.

Header Hayoto sekaligus Inisiator kegiatan memberikan detail program safari Ramadhan, dimana akan dilaksanakan kegiatan dialog bacarita desa, latihan dasar kepemimpinan serta khitanan massal.

Dalam kesempatan tersebut, selaku sesepuh kerukunan Utian Lima, Mahmud Madaul memberikan suport atas gagasan Mahasiswa asal Utian Lima.

Namaun dirinya menyarankan agar lebih dulu membangun kekuatan kekerabatan antar mahasiswa se Utian Lima, membentuk moralitas, idealisme serta wawasan ilmiah.

Ia juga mencontohkan, banyak aktifis yang saat ini duduk pada posisi birokrasi menjadi korup, karena ada pergeseran nilai. Ketika dulu idealis yang dikedepankan namun ketika diberikan jabatan yang dikedepankan adalah pragmatis.

Ini karena kurangnya kekuatan  moralitas, sambung Madaul. Sehingga itu dirinya berharap agar pesan moral yang disampaikan akan menjadi dasar gerakan.

"Ada tiga pisau yang harus ditanamkan, satu Idealisme, Intelektual dan paling penting adalah pisau moralitas" tutupnya.